Kemiskinan
merupakan suatu isu penting bagi dunia, terutama negara berkembang seperti
Indonesia. Kemiskinan menurunkan tingkat kesejahteraan umat manusia. No poverty (tanpa kemiskinan) dalam Sustainable Development Goals merupakan salah
satu acto yang mendapatkan prioritas utama. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat
di dunia bersepakat untuk mengentaskan kemiskinan yang terjadi. Masyarakat
bersatu untuk meniadakan kemiskinan dalam bentuk apapun yang sudah mengganggu
kesejahteraan banyak orang di seluruh penjuru dunia. Kemiskinan adalah suatu keadaan
yang terjadi ketika seseoang maupun sekelompok orang mengalami ketidakmampuan
dalam memenuhi kebutuhan dasar esensial manusia untuk hidup layak. Kebutuhan
dasar tersebut meliputi makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan
kesehatan. Dalam Agama Kristen, kemiskinan merupakan salah satu tema utama,
baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Perjanjian Lama menggunakan
berbagai istilah untuk orang miskin. Orang miskin disebut sebagai ebyon, dal,
ani, ataupun anaw. Perjanjian Baru mempunyai empat istilah yang artinya orang
miskin, yaitu ptokhos, penes, penikhros, dan endees.

Berbagai kategori kemiskinan
tersebut berkaitan dengan keterangan Alkitab tentang beragam penyebab
kemiskinan. Kemiskinan pada dasarnya merupakan suatu permasalahan multidimensi
karena dipengaruhi berbagai actor. Penyebab kemiskinan, menurut Bruppacher,
seorang teolog Jerman, adalah karena kemalasan, nasib, maupun penindasan.

Kemiskinan penting untuk
dimengerti dan dipahami sebagai permasalahan dunia sehingga harus diatasi dalam
konteks global.  Pengentasan kemiskinan
akan menjadikan dunia lebih baik. Kebijakan pengentasan kemiskinan tersebut
membutuhkan tinjauan agama dan usaha yang serius untuk melaksanakannya. Berkenaan
dengan hal pengentasan kemiskinan, komitmen dari pemerintah dan berbagai pihak sangat
diperlukan untuk melihat dan menyadari bahwa kemiskinan yang terjadi masih merupakan
masalah fundamental yang terjadi yang harus mendapatkan penganganan yang baik,
berkelanjutan, dan dukungan anggaran yang jelas dan memadai.